Minggu, 12 Agustus 2012

Ramadhan Bergegas Pergi



Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang … Menangislah, jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari. Jika itu adalah ungkapan penyesalan bahwa Ramadhan sudah akan bergegas pergi, tinggal menghitung hari,
Tapi rasanya baru kemarin saya bertekad untuk menyempurnakan tarawih dan qiyamul lail, iya baru kemarin.
Menangislah karena ALLAH tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan apakah saya masih diikutsertakan pada Ramadhan tahun depan atau telah tertidur dibawah tumpukan tanah, sedangkan Ramadhan kali ini hanya tersisa beberapa hari saja, tersadar bahwa Ramadhan kali ini tersia-siakan. Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang. Biar butir bening itu jadi saksi penyesalan.
Menangislah, lebih keras untuk dosa-dosa yang mungkin belum diampuni, tapi saya masih juga menambahi dengan dosa baru. Berapa kali saya sholat taubat? tetapi tak lama kemudian ada saja kelalaian yang saya buat? Menangislah, Tuntaskan semuanya mulai malam ini. Karena besok waktu akan bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari. Tarawih, sedekah, tilawah Qur’an, qiyamul lail, i’tikaf sudah tak mungkin banyak lagi. Tahu-tahu sudah tiga hari terakhir dan saya masih juga belum siap ditinggalkan Ramadhan.
Ramadhan hendak bergegas pergi, dan saya masih saja belum banyak berbuat…



rinduku.wordpress.com