Sabtu, 11 Agustus 2012

Mushaf Al-Qur’an Berwarna Dipermasalahkan Beberapa Ulama Saudi Arabia

Mushaf Al-Qur'an merupakan kitab suci umat Islam yang terus terjaga hingga akhir zaman. Untuk mempermudah membacanya, beberapa inovasi dilakukan oleh ummat. Kalau di zaman dulu misalnya huruf hija'iyyah tidak memiliki titik, maka pada masa Bani Umayyah tulisan al-Qur'an di Mushaf diberi titik. Lalu timbul pula inovasi memberi bari pada huruf agar tidak terjadi kesalahan baca.

Seiring kemajuan zaman, inovasi semacam ini terus berkembang. Bila sekarang kita pergi ke toko-toko buku untuk membeli mushaf, akan kita temukan berbagai ragam Mushaf dengan inovasi bermacam-macam: ada Al-Qur'an dengan tulisan berwarna aneka ragam untuk mempermudah tajwid, ada yang mewarnai Lafaz Jalalah dengan warna tertentu, ada mewarnai nama-nama para Nabi, ada yang dilengkapi sarana digital dan lain sebagainya.

Namun, inovasi semacam ini ternyata mengundak kotroversi beberapa ulama kontemporer, khususnya di Saudi Arabia. Rabu lalu (08/08/2012), harian Al-Qabas terbitan Kuwait memuat berita yang menyatakan bahwa beberapa ulama di Saudi Arabia mengajak umat untuk memboikot dan tidak membeli al-Qur'an warna-warni yang banyak beredar di kawasan Teluk tersebut (di Indonesia juga banyak)!

Syaikh Mohammad A. Al-Areefe dalam sebuah tweetnya di Twitter menulis: "

ظهرت مصاحف ملونة بأشكال غريبة.. هذا يلون أسماء الله وهذا أسماء الأنبياء وأسماء المدن وهذا لكل جزء لون، والقادم أدهى، أرجوكم كفوا عن اللعب بقرآننا.

"Saat ini banyak bermunculan mushaf-mushaf berwarna dengan bentuk-bentuk yang aneh… Ada yang mewarnai Asma Allah, ada pula yang mewarnai nama-nama para nabi, nama-nama kota. Ada juga yang mewarnai setiap juz dengan warna yang berbeda. Ke depan entah bagaimana lagi. Saya mohon, berhentilah bermain-main dengan al-Qur'an kita!"

[imagetag]
Dalam tweetnya yang lain, ulama kelahiran tahun 1970 ini menulis:

مصاحف باللون الأحمر! وأخرى وردي! وأصفر! و«مدري أيش»! وكل واحد يختار وفق ذوقه! أرجوكم لا تشتروها

"Mushaf zaman sekarang ada yang berwarna merah! Ada yang pink! Kuning! dan <<entah warna apa lagi>>! Semua orang memilih warna sesuai seleranya! Saya mohon, jangan beli mushaf yang berwarna-warni ini!"


Sementara itu, Syaikh Abdurrahman Al-Barrak, mantan pengajar di di Universitas al-Imam Muhammad Bin Su'ud al-Islamiyah dalam sebuah fatwanya mengatakan:

هذا عمل محرم، لأنه عبث بكتاب الله عز وجل، يجعل حروفه وكلماته للزخارف كما تزخرف الحيطان والثياب

"Perbuatan ini (membut tulisan mushaf warna warni) adalah perbuatan haram. Sebab ini termasuk mempermainkan kitab Allah Swt. Hal ini akan menjadikan huruf-huruf Al-Qur'an hanya sebagai objek hiasan seperti yang diperbuat orang terhadap dinging dan kain".

Bahkan, dikutip dari portal Al-Sharq dan harian al-Qabas, ulama sepuh menyarankan kepada orang yang memiliki mushaf semacam ini untuk membakar mushaf tersebut.

Ulama lain dari Uni Emirat Arab, Syaikh Dr. Muhammad Ghaits Al-Ghaits yang ditanya oleh seseorang via akun twitter beliau tentang boleh tidaknya membeli mushaf berwarna-warni ini, beliau menjawab via twitter:

هذا لا يصح، الزخرفة مذمومة شرعاً وتنافي مقصود التلاوة

"Tidak boleh! Menghias (mushaf semacam ini) dicela dalam syari'at dan tidak sesuai dengan tujuan tilawah al-Qur'an".

Imbauan para ulama ini kontan mendapat respon bermacam-macam dari masyarakat. Sebagian menyetujui imbauan tersebut. Sementara ada juga yang tidak mempersoalkan. Salah seorang pembaca al-Qabas misalnya menulis dalam komentarnya bahwa beberapa manuskrip al-Qur'an kuno sudah ada yang berwarna, dan tidak ada yang mempermasalahkan hal tersebut. Wallahu A'lam.

Bagaimana pandangan anda…???

SUMBER