Sabtu, 18 Agustus 2012

Menderita Penyakit, Kamar Kakek Ini Lebih Bau Dari Toilet Umum

Tak bisa mengontrol kandung kemih dan buang air kecil di mana pun ia berada di flatnya, membuat kamar yang dihuni pria ini berbau melebihi bau toilet umum.

Dawart HJ Abdul Hamid

(88 tahun) diyakini mengalami pembesaran prostat, yang membuatnya kehilangan kontrol terhadap kandung kemihnya. Kondisi ini membuatnya tidak bisa menahan keinginan buang air kecil. Alhasil, seluruh ruangan di flatnya pun beraroma air seni.

Para tetangga di flat di daerah Woodlands, Singapura, pun selalu mengeluhkan bau yang menyeruak di koridor dan flatnya, yang disebut-sebut melebihi dari bau toilet umum.

Pria pensiunan ini tinggal di flat dengan 3 ruangan bersama teman sekaligus pengasuhnya Khamis Ibrahim (51 tahun), yang tinggal bersamanya sejak sang istri meninggal tahun lalu.


Namun belum ada yang membantunya mengatasi masalah, hingga akhirnya media The New Paper membuat berita tentang Dawart. Bantuan pun datang dari berbagai pihak, yang tidak hanya menawarkan deodorise (penghilang bau) tetapi juga bantuan untuk mendapatkan perawatan medis.

Saion-EM Solutions, sebuah perusahaan yang mendistribusikan produk lingkungan, melakukan fogging di flat Dawart secara gratis, yang secara normal biasanya dikenai biaya S$180 (Rp 1,3 juta).

"Saya merasa sangat menyesal dengan kondisi Dawart. Kita semua pasti menjadi tua dan masalah-masalah kesehatan dapat mempengaruhi salah satu dari kita," jelas Benny Pang, Direktur Saion-EM, seperti dilansir Asiaone, Selasa (19/6/2012).

Tiga orang dikirim untuk membersihkan flat Dawart. Fogging dilakukan di kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Solusi ini terbuat dari jamur, bakteri asam laktat dan bakteri fotosintetik, yang bekerja dengan memecah air seni sehingga menghilangkan bau.

[imagetag]

Sumber