Kamis, 16 Agustus 2012

Kucing Penebak Kematian

[imagetag]

Berita unik kali ini diperlihatkan oleh dua ekor kucing yang memiliki kemampuan fenomenal. Kucing pertama biasa dipanggil Oscar, sering berkeliaran di pusat rehabilitasi, Providence, Pulau Rhode di lantai 3. Di tempat itu, sejumlah penderita mengalami beberapa penyakit seperti Parkinson dan Alzheimer.

Beberapa pihak mengungkapkan jika Oscar diklaim mampu menebak kematian penderita yang berada di pusat rehabilitasi itu. Beberapa perawat mengatakan jika penderita umumnya mengalami kematian setelah dikunjungi Oscar dalam rentang waktu 2-4 jam berikutnya.

Untuk mendatangi pasien, Oscar biasanya melingkarkan badannya pada kaki pasien. Kucing itu akan tetap berada di dekat pasien hingga penderita tersebut dinyatakan meninggal oleh dokter.

Beberapa saksi bahkan mengatakan jika prediksi dokter terkadang tidak sesuai dan justru Oscar lah yang memberikan prediksi tepat.

Hal itu diakui saat dokter memprediksi pasien 10 jam lebih awal, sementara Oscar yang datang 2 jam kemudian mendapati pasien meninggal. Dengan kemampuannya, Oscar dianggap menjadi pertanda jika ada pasien yang akan meninggal.

Oleh karenanya, jika Oscar sudah mendekati dan melingkarkan badannya dengan pasien, maka staf di pusat rehabilitasi tersebut biasanya segera menghubungi keluarga pasien untuk memberi informasi kemungkinan besar meninggalnya pasien segera terjadi.

Selain Oscar, ada satu kucing yang juga dianggap fenomenal. Kucing itu bernama Tama yang sering diklaim sebagai kucing kepala stasiun. Tama adalah kucing yang lahir dan tinggal di stasiun kereta api yang tidak memiliki kepala stasiun. Stasiun itu Kishi yang berada di Jepang Barat, Kinokawa di Provinsi Kishigawa.

Dengan tidak adanya kepala stasiun, maka Tama didaulat menjadi kepala stasiun sehingga tugas yang dilakukan dan seragam yang kucing kenakan juga seperti kepala stasiun kereta api.

Diakui beberapa pihak stasiun, jika kemunculan Tama sebagai kepala stasiun telah meningkatkan pendapatan stasiun hingga mencapai 1,1 miliar yen (senilai Rp 99,18 miliar) tiap tahun.

Hal ini dikarenakan banyaknya turis yang melewati stasiun itu untuk melihat Tama, kucing fenomenal, termasuk membeli suvenir seperti buku dengan foto Tama dan bentuk lainnya yang dengan Tama sebagai simbol. Semua kepopuleran Tama berbuah manis karena kucing itu hanya menghabiskan sekitar 280 juta yen/tahun untuk memberinya gaji dan makanan kucing.

Sumber: bimapedia.com

[imagetag]