Rabu, 25 Juli 2012

Yang Terkutuk di Bulan Ramadhan

A


Suatu ketika disaat Rasulullah SAW menginjakkan kakinya di atas mimbar tiba-tiba beliau mengucapkan kalimat "terkutuk". Dan tidak lama kemudian terdengar lagi beliau mengucapkan kalimat "terkutuk" untuk yang kedua kalinya.

Setelah selesai berkhotbah para sahabat bertanya kepada beliau akan maksud dari ucapan Rasulullah tersebut. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa "yang terkutuk yang pertama adalah seorang anak yang masih sempat menemui orang tuanya akan tetapi anak tersebut belum diampuni dosanya oleh Allah SWT". Para sahabat bertanya "bagaimana bisa begitu ya Rasulallah?" Rasulullah menjelaskan bahwa ada seorang anak yang masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan orang tuanya di dunia, di beri oleh Allah kesempatan untuk mendapatkan pengampunan dengan mengabdi dan berbakti kepada orang tuanya akan tetapi kesempatan itu di sia-siakan. Maka dialah orang yang celaka dan terkutuk.

Para sahabat melanjutkan pertanyaanya "Lalu siapa yang terkutuk yang kedua ya Rasulallah?" Rasulullah menjawab bahwa dia adalah orang yang di beri kesempatan oleh Allah umur panjang hingga bisa memasuki bulan Ramadhon akan tetapi dia belum diampuni oleh Allah SWT. Para sahabat bertanya "bagaimana begitu ya Rasulallah?" Rasulullah menjelaskan bahwa bulan ramadhon adalah bulan pengampunan akan tetapi orang tersebut tidak berjuang untuk mendapatkan pengampunan dengan ibadah dan amal baik di bulan ramadhon. Kemaksitan juga tidak di hentikan di bulan ramadhan. Itulah orang yang celaka dan terkutuk.

Rasulullah saat itu bercerita tentang sesuatu yang akan terjadi di masa-masa mendatang akan adanya orang celaka dan terkutuk di bulan suci ramadhan. Yaitu orang yang tidak pernah peduli dengan bulan mulya ini. Sebelum ramadhon tidak ada semangat untuk menyambutnya dan disaat ramadhon tiba tidak bersyukur akan nikmat kesempatan bisa masuk bulan ramadhon ini .Sehingga amal baikpun tidak segera ditingkatkan dan maksiatpun tidak berusaha untuk di kurangi.

Disebutkan juga oleh para ulama bahwa tanda orang yang akan mati dalam kemulyaan iman (khusnul khotimah) adalah orang yang berusaha untuk membuat perubahan dalam dirinya didalam bulan suci Ramadhan agar menjadi lebih baik dari sebelum Ramadhon. Dan tanda orang yang akan mati dalam keadaan celaka (suul khotimah) adalah orang yang disaat Ramadhan tiba tidak menghargai bulan mulya ini. Tidak ada upaya untuk menigkatkan amal baik dibulan ramadhan. Segala kemaksiatan yang dilakukan di luar ramadhan dengan mudahnya ia lakukan disaat berada di bulan suci ramadhan.

Selagi ada kesempatan di bulan ramadhon ini mari kita berusaha agar tidak tergolong sebagai orang yang celaka, terkutuk dan suul khotimah. Kita tingkatkan ibadah kita. Berjuang menjaui kemaksiatan serta menjauhi kedholiman kepada sesama dengan bersabar melawan hawa nasfsu yang senantiasa mengajak kepada kekejian.

Sebelum terlambat, umur ada batasanya dan nafas sudah ada jatahnya. Belum tentu kita bisa menemui ramadhon di tahun depan. Dengan memohon kepada Allah semoga Allah memberi kepada kita umur panjang dalam ketatan serta sehat walafiat hingga bisa menjelang ramadhan yang akan datang. Mari kita isi ramadhan ini dengan renungan akan dosa-dosa kita kepada Allah, dosa pada sesama. Sekaligus berusaha memohon ampun kepada Allah dan kepada sesama. Serta kita tingkatkan ibadah kita dan menjalin keindahan dengan sesama.



اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ قَبِلْتَ صِيَامَهُمْ وَصَلاَتَهُمْ وَبَدَّلْتَ سَيِّئاَتِهِ بِحَسَنَاتِهِ. وَاَدْخَلْتَهُ بِرَحْمَتِكَ فِى جَنَّاتِكَ. وَرَفَعْتَ دَرَجَاتِهِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الراَّحِمِيْنَ 


Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang Engkau terima puasa dan sholatnya, yang Engkau ganti kejelekannya dengan kebaikan, yang Engkau masukkan ke dalam surga-Mu dengan rahmat-Mu, dan yang Engkau angkat derajatnya dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Asih.”

 Wallahu a'lam bishshowab.