Kamis, 26 Juli 2012

Ulama Manfaatkan Delay Penerbangan dengan Mengkaji Kitab


Al Muhaddits Abdul Fattah Abu Ghuddah setelah mengunjungi para guru beliau di Pakistan dan berencana terbang ke Syiria untuk pulang, beliau diberi hadiah oleh Mufti Pakistan Syeikh Muhammad Syafi’ sebuah buku yang berjudul Nuzul Al Masih karya muhaddits madzhab Hanafi Syeikh Anwar Syah Al Kasymiri.


Saat di bandara Karachi disampaikan pengumuman bahwa pesawat mengalamai delay selama dua jam. Meski demikian para ulama Pakistan yang mengantar Syeikh Abu Ghuddah enggan untuk kembali dan memilih menemani beliau hingga waktu penerbangan tiba.


Di kesempatan berharga itu, Syeikh Abu Ghuddah mengeluarkan kitab Nuzul Al Masih dan meminta kepada para ulama yang ikut serta dalam rombongan ini menyimaknya. Akhirnya para ulama besar yang terdiri dari Syeikh Muhammad Syafi’, Al Allamah Yusuf Al Banuri, Al Allamah Althifullah Al Kabir, Al Allamah Nur Ahmad Amin serta Syaikh Abu Ghuddah sendiri membuat halaqah di salah satu sudut ruangan di bandara.

Dalam halaqah tersebut, Syeikh Abu Ghuddah membaca muqadimah Nuzul Masih dan 3 hadits dari kitab itu, kemudian dilanjutkan Syeikh Yusuf Al Banuri melanjutkan dengan membaca 5 hadits dan para ulama lain yang hadir juga menyampaikan beberapa keterangan. Maka mendadak lahirlah sebuah majelis ilmu yang "hidup" di tempat itu. Para ulama yang hadir akhirnya memberikan ijazah periwayatan kitab karya ulama Kasymir itu kepada Syeikh Abu Ghuddah. Majelis itu berakhir sampai waktu berangkat pesawat tiba. (lihat muqadimah Syeikh Abu Ghuddah dalam Nuzul Al Masih, hal. 4 dan 5 http://hidayatullah.com/read/23743/18/07/2012/ulama-manfaatkan-delay-penerbangan.html)

Subhanallah, para ulama kita tidak membiarkan waktunya terbuang secara percuma. Mereka tetap mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Begitulah jika kita tidak mengisi kekosongan dengan kesibukan yang bermanfaat, maka ia akan diisi dengan kebatilan. 

Saya sendiri orang yang senang membaca buku. Ketika saya menunggu, misalnya, saya akan berusaha membaca buku atau jika tidak membawa buku, saya mainkan HP saya untuk mengetik sesuatu yang terlintas di benak saya. Jika saya tahu bahwa saya pasti menunggu, saya pasti membawa buku untuk kelak saya baca ditempat penungguan saya itu. Walau hanya sepuluh menit membaca, menambah wawasan dan membuat saya lebih bersemangat dalam beramal. Karena, pada hakikatnya ilmu mendorong kita untuk beramal. 

Waktu luang tidak mesti kita isi dengan membaca, kita bisa melakukan hal yang lainnya. Misalnya mengerjakan shalat sunah, berdzikir, berdiskusi dengan teman bila ada teman yang bisa kita ajak diskusi, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Kegiatan-kegiatan seperti inilah yang akan memberikan kita kekuatan, semangat, dan keyakinan diri untuk menjalani hidup ini lebih baik lagi. Jangan sia-siakan waktu Anda di saat-saat seperti itu!