Kamis, 12 Juli 2012

Tips Menjadi Orang Paling Bahagia




1. Keimanan menghapuskan keresahan, dan melenyapkan kegundahan. Keimanan adalah kesenangan yang diburu oleh orang - orang yang bertauhid dan hiburan bagi orang - orang yang ahli ibadah.

2. Yang lalu telah berlalu, dan yang telah pergi telah mati. Jangan dipikirkan yang telah lalu, karena telah pergi dan selesai.

3. Terimalah qadha' yang telah pasti dan rezeki yang telah dibagi itu dengan hati terbuka. Segala sesuatu itu ada ukurannya. Karenanya, enyahkan kegelisahan.

4. Ketahuilah, bahwa dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram, dosa akan diabaikan, Allah akan menjadi rdha, dan tekanan hidup akan terasa ringan.

5. Jangan menanti ucapan terima kasih dari sesama. Cukuplah pahala dari Dzat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Tak ada yang harus anda lakukan terhadap orang yang membangkang, mendengki, dan iri hati.

6. Ketika waktu pagi tiba, jangan menunggu sampai sore. Hiduplah dalam batasan hari ini. Kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik di hari ini.

7. Biarkan masa depan itu hingga dia datang sendiri, dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok. Karena jika anda melakukan terbaik di hari ini maka hari esok juga akan baik.

8. Bersihkan jiwa dari dengki, dan jernihkan dari iri. Keluarkan penyakit permusuhan dan percekcokan dari dalam jiwa.

9. Hindarilah sesama manusia kecuali untuk perbuatan baik. jadilah orang yang senantiasa berada di dalam rumah, hadapilah hal-hal yang ada kepentingannya dengan diri anda, dan kurangilah berbaur dengan banyak orang ( yang tidak membawa manfaat ).

10.Buku adalah teman yang paling baik. Bercakap-cakaplah dengan buku, bersahabatlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.

11.Semesta ini dibangun di atas sebuah keteraturan. Karena itu, pakaian, rumah, meja, dan kewajiban anda harus dikerjakan dengan rapi.

12.Keluarlah ke tempat yang lapang, lihatlah kebun-kebun nan indah, dan sibaklah ciptaan dan kreasi Sang Pencipta.

13. Anda harus berjalan - jalan dan berolah raga. Jauhi kemalasan dan ketidakberdayaan.      Tinggalkan kekosongan. 

14. Perbaruilah hidup anda, jadikan hidup anda lebih bervariasi. Ubahlah rutinitas hidup anda.

15. Perhatikan kebersihan pakaian. Perhatikan bau badan, perhatikan penampilan luar, jangan lupa menggosok gigi dan memakai parfum.

16. Ingatlah bahwa Rabb sangat luas ampunan-Nya, menerima taubat, mengampuni hamba-hamban-Nya, dan menggantikan kejahatan dengan kebaikan.

17. Hiduplah bersama Al-Quran, baik dengan cara menghafal, membaca, mendengarkan, atau merenungkannya, sebab ini merupakan obat paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.

18. Jauhilah dosa-dosa, sebab ia adalah sumber keresahan dan kesedihan dan pintu kearah musibah.

19. Ketahuilah bahwa kesabaran itu akan mengubur aib-aib, ketabahan akan menjadi penutup bagi kekeliruan dan kedermawanan itu adalah pakaian yang besar yang akan menutup semua kekurangan dan cacat.

20. Jika anda mencela seseorang (beriman) berarti anda mencela Rabb mereka Yang Maha Tinggi. Allah telah menjadikan mereka dari ketiadaan, namun mereka malah ragu tentang keberadaanNya. Allah telah memberi makan saat kelaparan, namun mereka malah bersyukur kepada selain Dia. Dan Alllah telah memberi rasa aman dari ketakutan namun mereka malah memerangi-Nya.

21. Kirimkan 'surat-surat' anda menjelang shubuh, surat yang ditulis dengan tinta air mata, dengan kertas pipi, dengan perangko pengabulan dan dengan alamat yang dituju adalah 'arasy. Setelah itu, tunggulah balasannya.


22. Bacalah selalu: "Ya Dzal jalali wal ikram", dan "Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatiaka Astagitsu" Agar anda dapat melihat jalan keluar, kegembiraan dan ketenangan.


23. Jika datang kesulitan, maka ketahuilah bahwa itu hanya awan musim panas yang sebentar lagi akan berlalu. Jangan takut dengan gemuruh petirnya dan sambaran kilatnya, karena bisa jadi itu hujan.


24. Pikiran jika dibiarkan akan pergi ketempat-tempat yang menawarkan kesedihan, yang kemudian akan menyudutkan rasa sakit dan kesedihan di dalam hati. Oleh karena itu jangan pernah membiarkan pikiran itu berkeliaran semaunya, tapi ikatlah di tempat-tempat yang memberikan banyak manfaat.

*Dr 'Aidh al Qarni