Senin, 16 Juli 2012

Pilar-Pilar Kemenangan

Sahabat-sahabat yang baik, janganlah terlalu memikirkan kekalahan yang kita alami, tetapi pikirkanlah bagaimana kita bangkit dari kekalahan.

Sahabat, rahasia kemenangan bukan hanya kemenangan itu sendiri tetapi apakah kemenangan itu membawa kita pada taqarrub kepada Allah atau tidak. Buktinya, Allah justru memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk bertasbih, bertahmid, dan beristighfar meskipun pada saat itu Nabi dan kaum muslimin berhasil merebut Makkah dari tangan kafir Quraisy.

Saat kaum muslimin berhasil memenangkan pertempuran, justru Abu Darda Ra. menangis. Mengapa beliau menangis? Beliau mengatakan, yang ditakutkan bukanlah serbuan orang-orang kafir. Justru yang ditakutkan adalah ketika kaum muslimin terpesona dengan harta duniawi sehingga yang dipikirkan kemudian masalah duniawi ansich, dan ukhrowi pada akhirnya sedikit demi sedikit tercerabut dari akar dirinya.


Saya bertanya kepada seorang Ust. yang saya kenal baik karena ibadah dan akhlaknya, saya melihat telah terjadi kekalahan partai dakwah di beberapa kota besar di jakarta dan sekitarnya. sedangkan di daerah-daerah di Sumatera dan Sulawesi justru sebaliknya, kader solid dan banyak yang menang. Sebenarnya, apa yang terjadi? Ustadz menjawab singkat, telah terjadi dho'fur ruhiyah (lemahnya ruhiyah). Masya Allah nasehat singkat ustadz begitu menyentuh hati saya. Rasanya diri ini ingin menangis. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami.


Rasulullah, para sahabat dan para mujahid-Nya adalah orang-orang yang mempersiapkan ruhaninya sebelum bertempur. Tidak heran bila kita temukan sejarah bahwa banyak sekali peperangan menunjukkan betapa kuatnya ruhiyah Rasulullah. Mari kita tingkatkan amaliah yaumiyah kita apalagi menjelang puasa ini.