Minggu, 01 Juli 2012

Pelajaran Muhasabah dari Imam Hasan Al-Bashri


Imam Hasan Al-Bashri sering mengghibah diri sendiri dengan mengatakan,"Engkau berkata-kata dengan perkataan orang-orang shalih yang selalu berqunut dan beribadah, sedangkan engkau melakukan perbuatan orang-orang fasiq, munafiq dan mereka yang suka pamer!” 

Komentar:
Subhanallah, saya berkata dalam hati, "Orang sesaleh Imam Hasan Al-Bashri saja sudah berkata seperti itu, apalagi aku yang berlumur dosa? Apakah yang aku tulis dan setiap perkataanku sudah sesuai dengan apa yang engkau perbuat? Apakah aku mengajak orang lain pada kebaikan sementara diriku sendiri masih berbuat maksiat? Apakah aku lebih memedulikan orang lain untuk berbuat baik sementara aku tidak begitu peduli pada diriku sendiri? Apakah aku lebih peduli pada orang yang jauh denganku sementara aku tidak peduli pada orang yang dekat denganku?"

Muhasabah diri adalah amalan para Nabi dan Rasul-Nya serta orang-orang saleh disetiap zaman. Imam Hasan Al-Bashri adalah salah satu orang saleh yang telah mengamalkan muhasabah diri. Efek muhasabah diri sangat terlihat dalam sejarah kehidupannya. Beliau adalah ulama yang memadukan antara ilmu dan ibadah, amal dan rasa takut. Nama beliau dikenang sepanjang sejarah dan diukir dengan tinta pujian dan doa. Tidakkah kita juga mengharapkan hal yang sama seperti yang didapatkan oleh Imam Hasan Al-Bashri atau bahkan kita dapat melebihinya? 

Muhasabah diri membuat kita menjadi tahu apa kelebihan dan kekurangan kita. Bila kekurangan yang kita dapatkan maka kita akan segera memperbaikinya. Jika kelebihan maka kita akan tetap melanjutkannya. 

Misalnya ketika musibah menimpa kita, kita melakukan muhasabah diri; mengapa musibah itu menimpa kita dari sekian banyak orang di dunia ini? Apakah musibah itu sebagai bentuk ujian bagi kita agar kita bersabar atau sebuah siksa karena dosa-dosa kita?

Contoh yang lain misalnya, mengapa hafalan quran kita dan ilmu yang kita pelajari tidak melekat pada otak kita? Apa penyebabnya? Apakah karena dosa-dosa yang telah kita perbuat? Atau karena jarang mengulangnya? Atau karena kita menganggapnya remeh?

Muhasabah diri membentuk akhlak kita menjadi mulia dan pribadi kita menjadi istiqomah karena kita akan berusaha untuk selalu baik dihadapan-Nya.

Oleh karena itu, luangkan waktu barang sejenak untuk melakukan muhasabah diri terhadap apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Semakin sering melakukan muhasabah diri, semakin banyak kebaikan yang dapat kita lakukan, semakin kuat dorongan kita untuk menjauhi segala kemaksiatan, semakin terlihat apa yang ada di dalam diri kita.