Rabu, 04 Juli 2012

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (4)

Ada sebuah pertanyaan yang sangat menarik untuk kita renungkan, pada zaman Rasulullah, mengapa orang Madinah lebih antusias berislam ketimbang orang Makkah? Sehingga Rasulullah Saw. berhijrah ke Madinah. Padahal Makkah adalah tanah kelahiran beliau dan banyak saudara beliau tinggal di sana. Tapi hal itu tidak menyurutkan kebencian orang kafir Makkah terhadap diri Rasulullah Saw.

Jawabannya dapat saya jelaskan sebagai berikut: Masyarakat Madinah adalah masyarakat yang heterogen. Di dalamnya tidak hanya terdapat orang musyrik seperti yang terlihat di Makkah, tetapi juga terdapat orang Yahudi. Mereka hidup bersama sudah sejak lama sehingga mereka saling berinteraksi satu sama lainnya. Karena interaksi yang dekat inilah, penduduk Madinah banyak mendengar dari mulut orang-orang Yahudi tentang akan datangnya Nabi akhir zaman dengan tanda-tanda sebagaimana telah dijelaskan di dalam Taurat. 

Kemudian penduduk Madinah mendengar kabar tentang orang yang mengaku Nabi, yaitu Muhammad Saw. Mereka mencocokkan dengan tanda-tanda kenabian yang telah disampaikan oleh para pendeta Yahudi. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh enam orang dari penduduk Madinah yang menemui Rasulullah Saw., "Demi Allah, kalian tahu sendiri bahwa memang dia benar-benar seorang Nabi seperti yang dikatakan orang-orang Yahudi. Janganlah mereka mendahului kalian. Oleh karena itu, segeralah memenuhi seruannya dan masuklah Islam!" 

Ternyata tanda-tanda kenabian itu sangat cocok pada diri Muhammad Saw. Mereka tidak ragu-ragu lagi, lalu mereka berbondong-bondong beriman kepada Rasulullah Saw. Bahkan mereka bersumpah setia di Aqobah untuk membela dan melindungi Rasulullah serta menjalankan ajaran Islam.

Keislaman penduduk Madinah membuka jalan hijrah Rasulullah Saw. dan kaum muslimin Makkah dalam memasuki episode kemenangan. Penduduk Madinah telah membuktikan bahwa mereka sudah mengenal diri Rasulullah sebelum mereka bertemu dengan Rasulullah Saw. Mereka sangat dekat dengan Rasulullah Saw. walaupun belum pernah bertemu dengan diri Rasulullah. Setelah mereka masuk Islam, mereka adalah pejuang Islam yang gagah berani dan tak takut mati. Kaum muslimin Madinah telah menunjukkan kecintaan yang begitu besar kepada diri Rasulullah Saw. dan terhadap ajaran yang beliau sampaikan. 


Bersambung....