Rabu, 04 Juli 2012

Mereka Mengenal Muhammad Seperti Mereka Mengenal Anak-Anaknya Sendiri (6)


“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raf: 157)

Imam Ibnu Katsir mengatakan, demikianlah sifat dan ciri khas Nabi Muhammad Saw. yang tertera di dalam kitab-kitab para nabi terdahulu. Para Nabi terdahulu menyampaikan berita gembira kepada umatnya masing-masing akan kedatangan Nabi Muhammad Saw. dan memerintahkan kepada umatnya untuk mengikutinya (apabila mereka hidup di masanya). Dan sifat-sifat Nabi Muhammad Saw. masih tetap ada dalam kitab-kitab mereka serta diketahui oleh ulama dan rahib mereka.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam sebuah hadits shahih bahwa seorang lelaki Badui di masa Rasulullah Saw. pernah datang ke Madinah membawa sapi perahan. Setelah selesai dari jual belinya, lelaki Badui itu berkata, “Aku sungguh akan menemui lelaki ini (maksudnya Nabi Saw.), dan sungguh aku akan mendengar darinya.”

Lelaki Badui itu melanjutkan kisahnya; lalu aku menjumpainya sedang berjalan di antara Abu Bakar dan Umar, maka aku mengikuti mereka berjalan hingga sampailah mereka kepada seorang lelaki Yahudi. Lelaki Yahudi itu sedang membuka kitab Taurat seraya membacanya, sebagai ungkapan rasa duka dan belasungkawanya atas anak lelakinya yang sedang menghadapi kematian. Anak laki-lakinya itu adalah seorang pemuda yang paling tampan dan paling gagah. Maka Rasulullah Saw. bertanya, “Aku memohon kepadamu dengan nama Tuhan yang telah menurunkan Kitab Taurat, apakah engkau menjumpai dalam kitabmu ini sifat dan tempat hijrahku?”

Lelaki Yahudi itu menjawab pertanyaan Nabi Saw. hanya dengan isyarat gelengan kepala yang berarti ‘tidak’. Tetapi anak lelakinya yang sedang menghadapi kematian itu berkata, “Ya, demi Tuhan yang telah menurunkan Kitab Taurat, sesungguhnya kami menjumpai di dalam kitab kami sifatmu dan tempat hijrahmu. Dan sesungguhnya aku sekarang bersaksi  bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi (pula) bahwa engkau adalah utusan Allah.” (Kemudian anak orang Yahudi itu meninggal dunia). Maka Rasulullah Saw. bersabda, “Singkirkanlah orang Yahudi ini dari saudara kalian!”

Kemudian Nabi Saw. mengurus pengafanan dan menyalati mayat anak lelaki Yahudi itu.

Semakin terang benderanglah kenabian Muhammad Saw. Meskipun orang Yahudi berusaha menutup-nutupinya, niscaya kebenaran itu akan terlihat juga. Karena kebatilan tidak mungkin akan mengalahkan kebenaran. Beruntunglah pemuda itu karena telah mengikrarkan diri untuk menyembah Allah semata dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Walaupun kesaksiannya itu diucapkannya saat-saat menjelang kematiannya. Akhir yang indah dan kebahagiaan yang abadi sedang menanti dihadapannya. 


Bersambung...