Kamis, 26 Juli 2012

Memperingatkan Diri dalam Setiap Seruannya


Imam Abu Utsman menyampaikan nasihat kepada Abu Hafsh, "Jika engkau satu majelis dengan manusia maka jadilah engkau sebagai juru peringat terhadap dirimu dan hatimu sendiri. Janganlah engkau terkecoh dengan berkumpulnya manusia untukmu, sesungguhnya mereka hanya melihat yang nampak darimu, sedangkan Allah mengawasi batinmu.” (Ihya’ Ulumuddin, 15/2744 http://hidayatullah.com/read/23641/13/07/2012/manusia-hanya-melihat-dhahir.html)

Subhanallah, ini adalah nasehat yang sangat manis. Wahai diri, bila engkau berkata tentang kebaikan yang engkau publikasikan untuk orang banyak,  janganlah engkau tinggalkan dirimu hanya untuk kebaikan orang lain. Sesungguhnya dirimu lebih utama dari seruanmu daripada orang lain.

Janganlah terkecoh karena banyaknya orang yang membaca tulisanmu atau banyaknya orang yang menghadiri majelismu. Karena, Allah lebih mengetahui hatimu, apakah ilmu yang engkau sampaikan itu telah engkau amalkan atau belum, apakah ada kesombongan dalam dirimu atau tidak.

Takutlah dirimu jika kamu menjadi orang yang munafik. Karena sesungguhnya Allah benci kepada orang munafik. Bila Allah sudah benci maka hidup akan terasa sempit dan sulit. Meskipun seluruh makhluk bersatu membantumu agar terbebas dari kebencian itu, engkau tak akan pernah sanggup untuk melepaskan belenggu itu.