Minggu, 01 Juli 2012

Gebrakan DR. Muhammad Mursi Di Awal Pemerintahannya


Begitu gegap gempitanya berita tentang terpilihnya DR. Muhammad Mursi menjadi presiden Mesir. Sehingga saya dapat dengan mudah memperoleh informasi-informasi berharga yang berkaitan tentangnya. DR. Muhammad Mursi tampaknya telah menjadi idola baru bagi sebagian kaum muslimin. Di awal pemerintahannya yang baru berumur beberapa hari ini, beliau telah melakukan kebijakan-kebijakan internal yang spektakuler. Kebijakan-kebijakan itu tentu saja membuat kaget orang-orang pemerintahan lama yang tampaknya belum terbiasa dengan kebiasaan DR. Muhammad Mursi. 


Walaupun sudah terpilih menjadi presiden Mesir, DR. Muhammad Mursi tetap mendawamkan shalat berjamaah di masjid. Bahkan beliau kerap menjadi imamnya. Hal ini tidak mungkin terlihat pada presiden Mesir sebelumnya karena mereka tidak menjadikan Islam sebagai panglima dalam kehidupannya. Disamping sukses dalam pendidikan sains dengan meraih doktor teknik dari Amerika, beliau juga seorang hafidz Qur'an (hafal 30 juz) sehingga klop memadukan antara unsur duniawi dan ukhrowi. Sangat mudah bagi beliau untuk berbicara tentang sains dan teknologi sama mudahnya bagi beliau dalam mengisi ceramah, menjadi imam shalat, dan khutbah keagamaan. 

Shalat berjamaah adalah pilar-pilar kebangkitan Islam. Di dalam shalat berjamaah terkandung banyak sekali keutamaan. Tidak saja keutamaan secara individual, tetapi juga secara sosial. Shalat berjamaah membentuk umat ini dalam kebersamaan yang bernuansa Islami. Semangat ruhiyah itu membentuk kebiasaan sehingga memanifestasi dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kebersamaan itu kini didasari semangat saling mencintai karena Allah.

Melaksanakan segala kewajiban ditambah dengan ibadah nafilah adalah rasa syukur kepada Allah. Saat Rasulullah Saw, berhasil membebaskan Makkah (Fathu Makkah), maka turunlah surat An-Nashr. Di dalam surat tersebut disebutkan bahwa kemenangan itu datangnya dari Allah. Maka bertasbih, bertahmid, dan beristighfarlah. Karena dengannya kemenangan menjadi sempurna, dan Allah akan memberikan kemenangan-kemenangan selanjutnya. Allah juga menyatakan, barangsiapa bersyukur maka Allah akan memberikan kenikmatan yang berlipat ganda. Artinya, setelah mendapat kenikmatan yang satu, lalu bersyukur, kemudian Allah memberi kita kenikmatan yang lainnya.



DR. Mursi juga melakukan hal yang luar biasa sebagai bukti beliau menolak pengkhultusan secara individu seperti yang terjadi pada presiden sebelumnya. Beliau mengganti foto presiden di ruangan kepresidenan dengan kaligrafi lafaz "Allah". Beliau juga menghendaki agar foto dirinya tidak terpajang di instansi-instansi pemerintahan. Seolah-olah beliau ingin berkata kepada kita bahwa hendaknya mengagungkan dan memuji Allah saja. Presiden hanyalah hamba  yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya. Lafaz "Allah" mengingatkan kepada siapa saja yang melihatnya bahwa Allah Maha Melihat dan Allah pasti akan menuntut balas atas setiap kezaliman serta memberikan kenikmatan kepada hamba-hamba-Nya yang taat, beramal saleh dan bersyukur.

DR. Muhammad Mursi mengatakan jika gaji bulanannya akan dikembalikan kepada kas negara. Hal ini menunjukkan kesederhanaan dan kesetiaan beliau kepada rakyatnya. Dalam sejarah Mesir modern baru kali ini ada Presiden yang tidak mengambil gaji bulanannya. Mungkin juga ini sejarah baru dalam dunia modern. Dalam sejarah umat, apa yang dilakukan DR. Muhammad Mursi mengingatkan kita dengan apa yang dilakukan oleh Lima orang Khulafaur Rasyidin. 

Istri DR. Muhammad Mursi menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang ibu negara, tetapi pelayan rakyat. Beliau mengatakan, jangan panggil dirinya sebagai ibu negara, tetapi panggillah dengan nama biasa seperti Ummu Ahmad atau ibu Najla. Begitupun dengan yang dikatakan oleh DR. Muhammad Mursi, bahwa dirinya adalah pelayan rakyat bukan raja yang dilayani oleh rakyatnya. Hal ini menunjukkan keseriusan DR. Mursi dan istrinya dalam melayani rakyat. Jabatan kepresidenan bukan untuk meraup keuntungan materi. Justru menjadi beban dan amanah bagi yang memegangnya. Jika kepemimpinan itu baik, maka Allah akan meridhainya dan kelak sang pemimpin itu akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat. Tetapi jika kepimpinan itu buruk, maka malah akan menjadi bala bagi sang pemimpin, tidak hanya di dunia tetapi juga diakhirat. 

Sebagai kecintaan kepada sesama muslim, beliau menunjukkan kepeduliannya. Beliau menolak ucapan selamat dari Presiden Suriah Bashar Al-Asad yang telah banyak membunuh rakyatnya sendiri. Beliau lebih mendukung tentara pembebasan Suriah ketimbang Al-Asad. Beliau juga mendukung rakyat Palestina dan berusaha meningkatkan kepeduliannya dari waktu ke waktu. Beliau dengan tegas menolak mengangkat telepon ucapan selamat Benjamin Netanyahu untuk dirinya. Alhamdulillah sejak beliau memerintah, setiap hari pintu perbatasan Rafah terbuka bagi lebih dari seribu penduduk Palestina untuk memasuki Mesir. Jumlah sebesar ini tak pernah terjadi pada era sebelumnya. 

Kemajuan-kemajuan di awal pemerintahan beliau ini, mudah-mudahan semakin membesar seperti bola salju. Tidak hanya bermanfaat bagi rakyat Mesir, tetapi juga bagi rakyat Palestina dan kaum muslimin pada umumnya. Mari kita berdoa kepada Allah, semoga DR. Muhammad Mursi diberi kemudahan dan kelancaran dalam memimpin Mesir dan dapat menjadi contoh teladan terhadap kaum muslimin di manapun berada.