Jumat, 13 Juli 2012

Derita "Manusia Paku" dari Pontianak

Suryani, manusia paku dari Pontianak

Mulutnya terus mengerang. Menandakan rasa sakit yang diderita oleh bagian tubuh yang mulai mengurus itu. Perutnya semakin membuncit. Namun, tak ada janin dalam rahimnya.

Dia adalah Suryani (30). Warga Jalan Budi Utomo Gang Teluk Sahang Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak, Kalimmantan Barat. Hampir setahun belakangan dia habiskan dengan tergolek di atas kasur.

Sang suami, Suparno, telah berupaya membawa Suryani untuk berobat. Perut yang membuncit itu di-rontgen. Suparno mengaku kaget alang kepalang, saat diberi tahu oleh dokter bahwa ada benda asing di perut istrinya itu. "Ada tiga buah paku di dalam perutnya," kata Suparno saat ditemuiVIVAnews di kediamannya, Jumat 13 Juli 2012.

Segala upaya dilakukan sekuat tenaga untuk menyembuhkan istrinya. Namun, usaha itu terbentur masalah biaya. dan paku itu tetap bersarang di perut Suryani.

Sementara itu, kakak ipar Suryani, Marsum, mengatakan Suryani selama ini hanya dirawat ala kadarnya. Kekuatan ekonomi keluarga Suparno hanya mampu membiayai perawatan Suryani di RS Soedarso Pontianak. "Dia ini menggunakan Jamkesmas saja," tutur Marsum.

Kesedihan tidak hanya dirasakan keluarga Suparno. Tetangga mereka juga tidak tega melihat derita Suryani. Apalagi kondisi itu semakin bertambah buruk. "Dia selalu mengerang sakit. Dia BAB air karena hanya bisa minum saja. Dia tidak mau makan," tutur Amriah, tetangga keluarga Suryani. (umi)