Jumat, 24 Februari 2012

Cara Cepat Terkabulnya Doa


Pada suatu ketika tiga orang sedang berjalan-jalan, tiba-tiba hujan turun. Maka mereka berteduh di sebuah goa di gunung. Sebuah batu besar tiba-tiba menggelinding dari gunung menuju pintu goa dan menutupnya.

Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, “Lihatlah amal saleh yang telah kamu kerjakan karena Allah, lalu berdoalah kepada Allah dengannya. Semoga Allah memberi kemudahan kepada kita.”

Salah seorang dari mere­ka berkata, “Ya Allah, se­sungguhnya aku mem­punyai dua orang tua yang telah berusia lanjut, is­tri dan beberapa anak yang masih kecil. Aku yang me n g g emb a l a untuk mereka. Jika aku pulang di sore hari, aku memerah susu, lalu memberi mi­num kedua orang tuaku terlebih dahulu sebelum anak-anakku. Suatu hari aku menggemba­la cukup jauh dari desa. Aku tidak pulang kecuali hari telah sore, dan aku mendapati mereka berdua telah tidur. Aku memerah susu seperti biasa. Aku membawa bejana susu kepada keduanya dan berdiri menung­gu di atas kepala mereka berdua. Aku tidak ingin membangunkan kedu­nya dari tidur dan aku tidak ingin memberi minum anak-anakku sebelum keduanya minum. Sementara anak-anak menangis kelaparan di bawah kakiku. Aku tetap melakukan apa yang aku lakukan dan anak-anak juga demikian sampai terbit fajar.

Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu hanya demi mencari keridhoan-Mu, maka bukalah pintu goa ini sedikit sehingga kami bisa melihat langit.”

Lalu Allah membuka pintu goa sedikit dan mereka mulai melihat langit.

Yang lain berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai sepupu perempuan, dan aku sangat mencintainya seperti laki-laki mencintai perempuan. Aku meminta dirinya, tetapi dia menolak sampai aku bisa memberinya seratus dinar. Aku bekerja keras hingga aku berhasil mengumpulkan seratus dinar. Aku menyerahkan kepadanya. Manakala aku telah duduk di antara kedua kakinya, dia berkata, ‘Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah, jangan melakukan sesuatu bukan pada haknya.’

Maka aku meninggalkannya. Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu karena mencari keridhoan-Mu, maka bukalah pintu goa sedikit.”

Maka pintu goa terbuka agak lebar.

Yang ketiga berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku menyewa seorang pekerja dengan imbalan gaji yang besar. Selesai menunaikan pekerjaannya, dia berkata, ‘Berikan hakku’. Lalu aku menyodorkan kepadanya gaji untuknya, tetapi dia menolaknya. Selanjutnya aku menggunakan uang itu sampai aku dapat mengumpulkan beberapa sapi sekaligus pengembalanya darinya. Dia datang lagi dan berkata, ‘Bertakwalah kepada Allah, jangan menzalimi hakku’.

Aku berkata, ‘Pergilah kepada sapi-sapi itu berikut penggembalanya. Ambillah!’ Dia menjawab, ‘Jangan mengolok-olokku, bertakwalah kepada Allah’.

Aku berkata, ‘Aku tidak mengolok-olok dirimu. Ambillah sapi-sapi itu dan pengembalanya’. Lalu dia mengambil dan pergi.

Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan hal itu demi mendapatkan keridhoan-Mu, maka bukakanlah sisanya.” Maka Allah membuka pintu goa itu seluruhnya. (HR. Bukhari)

Kisah ini mengajarkan kepada kita suatu cara agar doa kita segera terkabul. Saya sendiri merasakan manfaatnya setelah saya mengamalkannya. Setiap kali saya berdoa ketika saya selesai beramal atau menjauhi kemaksiatan, saya merasa doa saya begitu cepat dikabulkan-Nya. Alangkah baiknya, setiap beramal saleh dan menjauhi kemaksiatan, sesudahnya kita berdoa kepada Allah. Misalnya ketika kita menundukkan pandangan kita dari hal-hal yang diharamkan-Nya, padahal dorongan hati begitu kuat menggebu. Pada saat inilah yang tepat agar doa kita segera dikabulkan-Nya. Berdoalah kepada Allah, misalnya, “Ya Allah, perzinahan ini tidak kulakukan semata-mata karena-Mu, maka berikanlah aku istri yang salehah.” Atau bisa dengan doa-doa yang lain.

Imam Ibnu Katsir mengutip dari Ibnu Juraij yang meriwayatkan dari Ata, telah sampai kepada Ata bahwa ketika firman-Nya ini diturunkan: “Dan Tuhan kalian berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian.” (QS. Al-Mu’min: 60)

Maka orang-orang bertanya, “Sekiranya kami mengetahui, saat manakah yng lebih tepat untuk melakukan doa bagi kami?” Maka turunlah firman-Nya, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Allah Swt. juga berfirman, “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An-Nahl: 128)

Menurut Imam Jalaluddin Al-Mahali dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi, makna kata “Allah beserta” artinya “ALLAH PASTI MENOLONG”. Ayat-ayat seperti ini ada beberapa di dalam ayat Al-Qur’an. Seperti “Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 249). Seolah-olah menegaskan pertolongan Allah sangat dekat bagi orang-orang yang bertakwa, berbuat kebaikan dan sabar.