Jumat, 11 Februari 2011

Munarman : Kasus Cikeusik & Temanggung untuk mengubur kebohongan SBY


Munarman, SH. aktivis HAM, advokat, mantan Ketua Umum YLBHI dan kemudian beralih menjadi Panglima Komando Laskar Islam dan aktif di FUI (Forum umat Islam) ini mengungkapkan, “Kekerasan agama di Cikeusik dan Temanggung bisa saja mengubur isu kebohongan pemerintahan SBY yang diangkat oleh para tokoh agama”, ujarnya.

Setelah membunuh karakter Din Syamsuddin seorang diri, padahal ia menyuarakan skandal kebohongan pemerintah bersama aktivis dan tokoh lintas agama lainnya.

Tak puas menyudutkan ulama umat islam, kini Pemerintah  menuding FPI sebagai biang kerok kerusuhan di Cikeusik dan Temanggung dan bahkan Presiden SBY mewacanakan pembubaran ormas-ormas yang berlaku anarkis. Alih-laih mencari dan mengusut pelaku hingga ke aktor intelektualnya, SBY malah tunjuk hidung ormas islam pelakunya dan meminta kepada aparat untuk menindak tegas dan membubarkan FPI.

 Kecerobohan SBY yang peragu, sentiment islam, dan kerap merasa terdzalimi ini semakin kontras dengan temuan Komisi HAM yang menemukan rekayasa aksi yang diikuti 1.500 orang (versi Polri), yang menewaskan tiga orang anggota Ahmadiyah.

“Kasus ini luar biasa. Kami menduga kuat ada rekayasa”, ujar Ridha Saleh, Komisioner Mediasi Komnas HAM. Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti, menyampaikan bahwa rekayasa kasus Cikeusik oleh massa yang menggunakna pita biru bukan tanpa tujuan. “Untuk mengalihkan isu vertikal caranya dengan menciptakan konflik horizontal”, ujar Haris Rusli Moty.

Menanggapi tudingan ini, Munarman menegaskan pihaknya siap menggulingkan pemerintah Presiden SBY. Aksi penggulingan itu dilakukan jika SBY berupaya membubarkan FPI sebagai organisasi masyakarat. ”Kita akan menghimpun tenaga untuk mencegahnya, bahkan menggulingkan SBY”, ucap Munarman kemarin. [d5vn2]

www.terbaruteraktual.blogspot.com